berita bola, liga inggris

Masalah Internar Bayern Munich Jelang Babak 16 Besar Liga Champions

Hanya tinggal hitungan hari babak 16 besar Liga Champions dimulai dan tentu saja pertaruhan Bayern Munich kontra Arsenal menjadi salah satu yang paling ditunggu publik.

Hanya tinggal hitungan hari saja pagelaran babak 16 besar liga champions akan dimulai dan pertarungan yang paling dinantikan tentu saja agen sbobet adalah wakil Jerman Bayern Munich yang akan menghadapi wakil Inggris Arsenal. Namun jelang laga melawan Arsenal, terdapat beberapa masalah dan salah satunya adalah Frank Ribery yang mengalami cedera serta kekhawatiran Robben menghadapi skuad Arsene Wenger ini.

Football Soccer – FC Rostov v FC Bayern Munich – UEFA Champions League Group Stage – Group D – Olimp 2 Stadium, Rostov-on-Don, Russia – 23/11/16. Bayern Munich’s Douglas Costa, Franck Ribery with their team mates leave the pitch following their defeat by FC Rostov. REUTERS/Maxim Shemetov

Bayern Munich Kemungkinan Kehilangan Frank Ribery di Babak 16 Besar

Sebentar lagi pertarungan tim-tim papan atas seluruh Eropa akan kembali digelar setelah jeda musim dingin dan pergantian tahun yaitu Liga Champions. Tak banyak big match yang tersaji di babak 16 besar ini namun setidaknya ada pertarungan dejavu yang akan kembali hadir yaitu Bayern Munich yang akan menghadapi wakil dari Inggris Arsenal. Bukan kali pertama atau kali kedua mereka bertemu melainkan ini adalah kesekian kalinya takdir drawing mempertemukan kedua tim kuat ini. Namun di saat pagelaran ini hanya tinggal menghitung hari saja, tim yang sering disebut dengan Munchen ini jusru mengalami masalah karena salah satu bintangnya mengalami cedera cukup parah.

Dialah Frank Ribery yang dipastikan harus beristirahat selama 2 minggu setelah mengalami cedera paha dalam sesi latihan resmi Munich dan informasi ini langsung dikutip dari laman resmi klub. Meskipun dua minggu saja waktu untyuk istirahat dan memulihkan cedera, akan tetapi, keikutsertaan Ribery untuk membela tim asal Jerman ini sangat diragukan karena rentang waktu untuk memulihkan cedera dengan jadwal pertandingan Munich melawan Arsenal cukup berdekatan karena turnamen ini akan diselenggarakan tanggal 15 Februari mendatang. Larena itulah pihak tim ragu pemain berkebangsaan Perancis ini mampu untuk membela tim di babak 16 besar yang sangat krusial itu.

Ribery pun juga absen di beberapa pertandingan liga Jerman. Di musim ini, sudah banyak sekali Ribery membela tim tersebut meskipun kontribusinya dalam mencetak gol masih tidak terlalu tajam namun pemain yang dibeli dari Olympique Marseille ini selalu berkontribusi besar dalam aliran bole ke depan. Namun beberapa pemain lainnya sudah disiapkan untuk menghadapi Arsenal nanti sekitar 2 minggu lagi seperti Phillip Lahm, Xabi Alonso, Kingsley Coman, Arjen Robben dan juga Arturo Vidal. Namun meskipun Munich lebih unggul dibandingkan dengan Arsenal selama bertemu, bukan berarti jika mereka akan mendapatkan kemenangan dengan mudah kembali melihat Arsenal bangkit.

Arjen Robben Khawatirkan Performa Bayern Munich

Setidaknya rasa khawatir menghadapi Arsenal dirasakan oleh pemain asal Belanda Arjen robben. Pemain yang memiliki posisi sebagai winger ini cukup mengakui jika sebenarnya Munich harus terus meningkatkan performa mereka guna menghadang Arsenal nanti di babak 16 besar. Tim juara bertahan dari Bundesliga ini memang selalu menjadi juara dan menampilkan performa terbaiknya di setiap musim. Robben ingin timnya lebih baik lagi dalam bermain sehingga performa yang maksimal dapat terus disiapkan sebab tim yang dihadapinya bukan main-main. Seperti yang dilansir oleh TZ, robben mengatakan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas.

Pemain agen poker yang berusia 34 tahun itu menambahkan jika mereka ingin sekali mencapai sesuatu, maka mereka harus lebih baik lagi dari sebelumnya sebab jika tidak, mereka akan sulit bersaing di tingkat internasional seperti dahulu. Robben mengaku jika mereka sudah tahu apa yang harus dilakukan namun satu hal yang dirinya sadari adalah dia tidak akan pernah kecewa jika bisa melaju walaupun mereka bermain sangat buruk. Munchen akan menjadi tuan rumah pertama di Allianz Arena tanggal 15 Februari mendatang dan leg kedua diselenggarakan pada tanggal 7 Maret berikutnya.

Akankah Bayern Munich kembali mampu memenangkan pertandingan takdir ini kala berhadapan kembali dengan lawan bebuyutannya dari Inggris yaitu Arsenal?

Share Button
liga inggris

3 Alasan Kenapa Ferguson Tepat ‘Buang’ Pogba ke Juventus

Meski sempat disalahkan, alasan Ferguson membuang Pogba ke Juventus semakin terlihat benar seiring melempemnya sang superstar bersama MU di awal musim ini.

Paul Pogba yang digadang-gadang mampu membawakan Manchester United pada tampuk kemenangan, sepertinya belum bisa dipastikan akibat melempemnya performa sang super star. Inilah yang membuat banyak orang membicarakan jika keputusan yang dilakukan oleh Sir Alex Ferguson yang ‘membuang’ Paul Pogba dinilai benar dan tepat setelah sebelumnya langkah tersebut dikritik banyak pihak apalagi usai Pogba menjelma menjadi pemain super star dengan nilai transfer sangat fantastis musim ini.

ferguson-pogba

Dosa Besar atau Keputusan Tepat?

Memang benar jika Ferguson pernah dikatakan sbobet telah melakukan dosa yang besar karena telah membiarkan Pogba pergi ke Juventus dan meninggalkan Old Trafford dengan nilai transfer satu juta euro (14 miliar) di musim 2012/2013 silam. Kritikan tajam terus berdatangan pada pria tua 74 tahun tersebut selepas Pogba kemudian menjadi superstar yang memiliki karir cemerlang bersama dengan Si Nyonya Tua, sebuah julukan untuk Juve selama 4 musim ini.

Penampilan Pogba, kemudian membuat elit MU tertarik untuk merogoh kocek yang tidak sedikit. Dengan total nilai transfer sebesar 105 juta euro (1,5 triliun) dimana sang agen Pogba saja mendapatkan 380 miliar lebih, MU memang terlihat sangat boros. Bahkan, nilai transfer ini yang terbesar di tahun 2016. Nilai ini juga hampir mendekati nilai transfer sang mega bintang, pemain termahal dunia, Cristiano Ronaldo.

Saat transfer tersebut dilakukan, banyak yang menilai jika MU berlebihan, MU hanya ingin menunjukkan kemampuan finansialnya dan lain sebagainya. Banyak juga yang menilai jika nilai transfer Pogba sangat berlebihan karena kualitas Pogba yang tidak sebanding dengan angka transfer tersebut.

Namun, ungkapan tersebut ditampik oleh Jose Mourinho yang menjadi nahkoda baru MU. Menurut Mou, langkah ini adalah keharusan yang sudah seharusnya dilakukan oleh klub untuk mengembalikan ‘anak hilang’ ke pangkuan sang ibu dan mengembalikan kejayaan MU. Sayangnya, hingga MU dihajar Chelsea 4 – 0, Pogba belum melihatkan kekuatan super nya.

3 Alasan Kenapa Ferguson Buang Pogba

Performa Pogba yang melempem dan tidak seterang saat bersama Juve, apalagi usah MU dihajar habis oleh Chelsea, membuat banyak orang kembali membicarakan masa lalu jika yang dilakukan Sir Alex Ferguson bisa jadi benar. Berikut 3 hal yang memastikan jika langkah Ferguson dinilai tepat.

Pogba Cocok Dengan Gaya Pelatih Italia

Sir Alex Ferguson telah membuang Pogba ke Juventus bukan tanpa alasan. Ia memandang jika Pogba akan lebih cocok dengan gaya bermain pelatih Italia dan juga gaya permainan liga Seri A Italia. Oleh sebab itu, Pogba dikirim ke jawara Seria A, Juventus. Dari sana, kemudian ia ditempa oleh tangan dingin Max Allegri dan Antonio Conte. Pada akhirnya semua melihat jika insting Ferguson tepat untuk mengirim Pogba ke Italia dengan Pogba yang berkembang baik dan menjadi super star.

Kontrol Agen Pemain Berlebihan

Selain tentang gaya bermain dan permainan, ternyata pengaruh agen Pogba yakni Mino Raiola terlalu berlebihan dalam mendikte pemain dari balik layar. Ini yang membuat Ferguson tidak suka dan segala tuntutan Raiola tidak digubris olehnya. Terbukti dengan nilai transfer yang mencapai 1,5 T, sang agen kecipratan uang hingga hampir 400 miliar.

Serie A Italia adalaj Universitas Sepakbola

Bek anyar Chelsea, Alonso mengatakan jika Serie A Italia merupakan universitas sepak bola karena banyak melahirkan pemain kurang matang menjadi pemain kelas dunia. Pogba hanya salah satu contoh saja. Pogba didik dengan baik dan berhasil meraih gelar cumlaude. Begitu menurut Alonso. Ini juga merupakan langkah tepat yang dilakukan Ferguson untuk perkembangan Pogba.

Share Button